Dahulu kala, di kalangan Bani Israil ada
seorang yang dikenal bernama Juraij. Pada suatu hari, ketika dia sedang shalat,
datanglah ibunya memanggil.
Juraij enggan memenuhi panggilannya.
Katanya (dalam hati), “Saya menjawab panggilannya, ataukah saya tetap shalat?”
Kemudian ibunya datang lagi (memanggil,
tapi Juraij tidak menyahut). Sang ibu pun berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau
mematikan dia sampai Engkau memperlihatkan kepadanya wajah para wanita
pelacur.”
Suatu ketika, Juraij sedang berada di
tempat ibadahnya. Ada seorang wanita berkata, “Sungguh, saya pasti akan membuat
Juraij terfitnah (tergoda untuk menzinainya, red.).” Dia pun menawarkan diri
kepadanya dan mengajaknya bicara. Namun Juraij menolak.
Akhirnya wanita itu mendatangi seorang
penggembala kambing dan menyerahkan diri kepadanya (berzina, red.).
(Beberapa waktu kemudian), wanita itu
melahirkan seorang anak. Dia berkata, “(Anak) ini dari Juraij.”
Penduduk kampung itu pun mendatangi
Juraij, menghancurkan tempat ibadahnya dan menyeretnya serta mencacinya.
Juraij pun berwudhu dan shalat. Kemudian
dia mendatangi bayi itu dan bertanya, “Siapakah ayahmu, wahai anak?”
Bayi itu menjawab, “Si penggembala.”
Akhirnya penduduk kampung itu pun
berkata, “Kami bangun kembali biaramu dari emas?”
Kata Juraij, “Tidak. Tapi (bangunlah
kembali) dari tanah.”
(Al-Bukhari (no. 3253) dan Muslim (no.
2500) dari Abu Hurairah)
EmoticonEmoticon