As-solatu
imanuddin, artinya salat adalah tiang agama. Ibarat sebuah bangunan, maka
rasanya mustahil bangunan akan berdiri kokoh tanpa adanya tiang sebagai
penopangnya.. Begitu juga dengan agama Islam, yang tidak mungkin tegak bila
dalam diri setiap muslim belum melaksanakan salat. Saking pentingnya perintah
salat, diriwayatkan Nabi Muhammad SAW harus menjemputnya melalui perjalanan
suci Isra' Mi'raj. Terutama kewajiban umat muslim, dalam melaksanaan salat lima
waktu. Oleh sebab itu, ibadah satu ini sangat istimewa nilainya dibandingkan
dengan ibadah-ibadah lainnya.
"Bila ibadah lainnya, Nabi SAW
menerima wahyu dengan perantaraan yang disampaikan Malaikat Jibril. Maka
perintah salat disampaikan langsung oleh Alah SWT, melalui peristiwa Isra'
Mi'raj," kata Mawardi AS, Ketua MUI Lampung
"Salat merupakan bentuk
ungkapan penghambaan diri kepada Sang Khalik. Ia sebagai tali penghubung antara
seorang hamba dengan Tuhannya. Dengan demikian, jika Nabi SAW melakukan mikraj
untuk menerima perintah salat, kini bagi kaum Muslim salat sebagai sarana
mikraj ke haribaan Allah SWT," sambung Mawardi.
Mawardi mengungkapkan, peringatan
Isra dan Mi'raj Nabi SAW hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk
mengevaluasi kualitas pelaksanaan salat kita. Sehingga, salat yang dilakukan
dapat mengubah diri menjadi lebih baik. Selain itu, pelaksanaan shalat secara
berkualitas dapat mensucikan diri dari sifat-sifat buruk.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan
mungkar." (QS Al-Ankabut (29): 45). Dalam sabdanya, Rasululllah berkata,
"Barangsiapa yang mendirikan salat tetapi dirinya tidak terhindar dari
perbuatan keji dan munkar, maka hakikatnya dia tidak melaksanakan salat."
(HR Thabrani).
Hal ini terbukti dengan keadaan
orang-orang munafik. Meskipun mereka salat, namun mereka justru menjadi
penghuni neraka yang paling bawah. Karena salat yang dilakukan, bukan karena
penghambaan diri kepada sanga pencipta. Melainkan, bermaksud untuk riya dan
ingin diakui penghambaannya oleh sesamanya.
"Selain perintah, salat
menuntut seseorang jujur pada dirinya sendiri dihadapan sang khalik. Di mana
perwujudan penghambaan ini, tidak lain untuk mengharapkan Ridho Allah SWT,
bukan yang lainnya. Untuk itu, dalam pelaksanaannya salat diharapkan dilakukan
dengan sempurna dan dalam keadaan khusyuk," ungkapnya.
Mawardi menambahkan, keistimewaan
salat diwujudkan dalam sejumlah tahapan yang wajib dikerjakan. Mulai dari dalam
keadaan bersuci (wudhu), salat dilakukan setelah azan, dan diikuti beberapa
kewajiban lainnya. Saking pentingnya urusan salat, tidak ada satu alasan pun
bagi hamba untuk meninggalkannya.
"Sejatinya jangan pernah
meninggalkan salat, apapun kondisi yang kita alami, termasuk seorang musafir.
Bila kita dalam keadaan sakit, maka lakukan dalam keadaan berbaring. Bila juga
tidak mampu, hingga dianjurkan salat dengan media kedipan mata. Dari gambaran
ini, menunjukkan bagaimana luar biasanya perintah ini," ujarnya.
Secara umum, Mawardi mengimbau,
peringatan Isra dan Mi'raj jangan dijadikan sebatas rutinitas seremoni tahunan
belaka. Akan tetapi, mari menjadikan momentum spesial ini sebagai sarana untuk
terus memperbaiki kualitas diri melalui baiknya pelaksanaan salat lima waktu.
Sumber: ribunlampung.co.id
EmoticonEmoticon