APA MAKNA SYAHADAT BAGI KITA SEBAGAI UMAT MUSLIM?







"AsshHaduala ilahailallah wa AsshHaduana muhammadurrasulullah"
artinya: aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan Allah.


  makna syahadat bagi seorang Mukmin adalah bahwa;

"aku (bersumpah telah) menyaksikan kebesaran Allah dan aku (bersumpah telah) menyaksikan kebenaran yang dibawa Muhammad utusan Allah"

memahami makna dua kalimat Syahadat seperti kaum Mukminin adalah bukan perkara mudah seperti mengucap secara lisan, namun Allah ajja wa jalla pemilik segala asbab dan Dzat yang Maha membolak-balikan hati hanya memilih "segelintir" dari makhlukNya. beruntunglah mereka yang sudah "melihat" dan memahaminya.

Semoga Allah SWT melimpahkan hidayah agar kita dapat melewati segala ujian demi ujian dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Kalimat laa ilaha illallah adalah kalimat yang sangat ringan diucapkan dengan lisan namun memiliki bobot yang sangat agung. Karena pada hakikatnya ia merupakan intisari ajaran Islam. Akan tetapi tentu saja kalimat ini bukan sekedar ucapan tanpa makna dan tanpa konsekuensi yang harus dijalankan (lihat Syarh Tafsir Kalimat at-Tauhid oleh Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, hal. 5)

Ada yang berkata kepada al-Hasan, “Sebagian orang mengatakan: Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah maka dia pasti masuk surga.”? Maka al-Hasan menjawab, “Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah kemudian dia menunaikan konsekuensi dan kewajiban darinya maka dia pasti masuk surga.” (lihat Kitab at-Tauhid; Risalah Kalimat al-Ikhlas wa Tahqiq Ma’naha oleh Imam Ibnu Rajab rahimahullah, hal. 40)
Dikatakan kepada Wahb bin Munabbih rahimahullah, “Bukankah laa ilaha illallah adalah kunci surga?”. Beliau menjawab, “Benar. Akan tetapi tidaklah suatu kunci melainkan memiliki gerigi-gerigi. Apabila kamu datang dengan membawa kunci yang memiliki gerigi-gerigi itu maka dibukakanlah [surga] untukmu. Jika tidak, maka ia tidak akan dibukakan untukmu.” (lihat Kitab at-Tauhid; Risalah Kalimat al-Ikhlas wa Tahqiq Ma’naha, hal. 40)


EmoticonEmoticon