Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin
Ibrahim Al Hanzhali dan Muhammad bin Al Mutsanna serta Muhammad bin Basysyar.
Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata:
Telah menceritakan kepada kami. Lafazh ini milik Ibnu Al Mutsanna: Telah
menceritakan kepada kami Mu’adz Ibnu Hisyam: Telah menceritakan kepadaku
Bapakku dari Qotadah dari Zurarah bin Aufa dari Usair bin Jabir dia berkata,
Ketika Umar bin Khaththab didatangi oleh
rombongan orang-orang Yaman, ia selalu bertanya kepada mereka,”Apakah Uwais bin
Amir dalam rombongan kalian?”
Hingga pada suatu hari, Khalifah Umar
bin Khaththab bertemu dengan Uwais seraya berkata, “Apakah kamu Uwais bin
Amir?” Uwais menjawab, “Ya, benar. Saya adalah Uwais.”
Khalifah Umar bertanya lagi, “Kamu
berasal dari Murad dan kemudian dari Qaran?” Uwais menjawab, “Ya, benar.”
Selanjutnya Khalifah Umar bertanya lagi,
“Apakah kamu pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal
sebesar mata uang dirham pada dirimu?” Uwais menjawab, “Ya, benar.”
Khalifah Umar bertanya lagi, “Apakah
ibumu masih ada?” Uwais menjawab, “Ya, ibu saya masih ada.”
Khalifah Umar bin Khaththab berkata,
“Hai Uwais, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, “Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan
orang-orang Yaman yang berasal dari Murad kemudian dari Qaran. Ia pernah
terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali sebesar uang dirham. Ibunya masih
hidup dan ia selalu berbakti kepadanya. Kalau ia bersumpah atas nama Allah maka
akan dikabulkan sumpahnya itu, maka jika kamu dapat memohon agar dia memohonkan
ampun untuk kalian, lakukanlah!” Oleh karena itu hai Uwais, mohonkanlah ampunan
untukku!” Lalu Uwais pun memohonkan ampun untuk Umar bin Khaththab.
Setelah itu, Khalifah Umar bertanya
kepada Uwais, “Hendak pergi kemana kamu hai Uwais?” Uwais bin Amir menjawab,
“Saya hendak pergi ke Kufah ya Amirul Mukminin.”
Khalifah Umar berkata lagi, “Apakah aku
perlu membuatkan surat khusus kepada pejabat Kufah?” Uwais bin Amir menjawab,
“Saya lebih senang berada bersama rakyat jelata ya Amirul Mukminin.”
Usair bin Jabir berkata, “Pada tahun
berikutnya, seorang pejabat tinggi Kufah pergi melaksanakan ibadah haji ke
Mekkah. Selesai melaksanakan haji, ia pun pergi mengunjungi Khalifah Umar bin
Khaththab. Lalu Khalifah pun menanyakan tentang berita Uwais kepadanya. Pejabat
itu menjawab, “Saya membiarkan Uwais tinggal di rumah tua dan hidup dalam
kondisi yang sangat sederhana.”
Umar bin Khaththab berkata,
“Sesusungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Kelak Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan
orang-orang Yaman. Ia berasal dari Murad dan kemudian dari Qaran. Ia pernah
terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar mata uang dirham.
Kalau ia bersumpah dengan nama Allah, niscaya akan dikabulkan sumpahnya. Jika
kamu dapat meminta agar ia berkenan memohonkan ampunan untukmu, maka
laksanakanlah!”
Setelah itu, pejabat Kufah tersebut
langsung menemui Uwais dan berkata kepadanya, “Wahai Uwais, mohonkanlah ampunan
untukku!” Uwais bin Amir dengan perasaan heran menjawab, “Bukankah engkau baru
saja pulang dari perjalanan suci, ibadah haji di Makkah? Maka seharusnya engkau
yang lebih pantas mendoakan saya.”
Kemudian Uwais balik beretanya kepada
pejabat tersebut, “Apakah engkau telah bertemu dengan Khalifah Umar bin
Khaththab di Madinah?” Pejabat Kufah itu menjawab, “Ya. Aku telah bertemu
dengannya.”
Akhirnya Uwais pun memohonkan ampun
untuk pejabat Kufah tersebut. Setelah itu, Uwais dikenal oleh masyarakat luas,
tetapi ia sendiri tidak berubah hidupnya dan tetap seperti semula.
Usair berkata, “Maka aku memberikan
Uwais sehelai selendang yang indah, hingga setiap kali orang yang melihatnya
pasti akan bertanya, “Dari mana Uwais memperoleh selendang itu?”
(HR. Shahih Muslim: 4613)[1]
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin
Harb; Telah menceritakan kepada kami Hasyum bin Al Qasim; Telah menceritakan
kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah; Telah menceritakan kepadaku Sa’id Al
Jurairi dari Abu Nadhrah dari Usair bin Jabir bahwa penduduk Kufah mengutus
beberapa utusan kepada Umar bin Khaththab, dan di antara mereka ada yang biasa
mencela Uwais.
Maka Umar berkata, “Apakah di sini ada
yang berasal dari Qaran. Lalu orang itu menghadap Umar. Kemudian Umar berkata,
“Sesusungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
“Sesungguhnya akan datang kepadamu laki-laki dari Yaman yang biasa dipanggil
dengan Uwais. Dia tinggal di Yaman bersama ibunya. Dahulu pada kuliatnya ada
penyakit belang (berawarna putih). Lalu dia berdo’a kepada Allah, dan Allah pun
menghilangkan penyakit itu, kecuali tingga sebesar uang dinar atau dirham saja.
Barang siap di antara kalian yang menemuinya, maka mintalah kepadanya untuk
memohonkan ampun kepada Allah untuk kalian.”
Telah menceritakan kepada kami Zuhair
bin Harb dan Muhammad bin Al Mutsanna keduanya berkata; Telah menceritakan
kepada kami ‘Affan bin Muslim; Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu
Salamah dari Sa’id Al Jurairi melalui jalur ini dari ‘Umar bin Khaththab dia
berkata, “Sunggu aku telah mendengara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Sebaik-baik tabi’in, adalah seorang laki-laki yang dibiasa dipanggil
Uwais, dia memiliki ibu, dan dulu dia memiliki penyakit belang di tubuhnya.
Carilah ia, dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian.”
EmoticonEmoticon