KETIKA ORTU KITA SUDAH TUA
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا
أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ
ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ
عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
Telah menceritakan kepada kami [Syaiban
bin Farrukh]; Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Suhail] dari
[Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau
bersabda: “Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” lalu beliau ditanya; “Siapakah
yang celaka, ya Rasulullah?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang
Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu
dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti
kepadanya dengan sebaik-baiknya).” (HR. Shahih Muslim: 4627) [1]
Nabi saw naik mimbar kemudian bersabda,
“Amin, amin, amin” Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, apa yang engkau aminkan?”
Beliau bersabda, “Jibril datang kepadaku, lalu berkata, “Hai Muhammad, amat
kecewalah orang yang tidak membaca shalawat kepadamu tatakala namamu disebutkan
padanya. Katakanlah amin!” Maka aku pun mengatakan amin”, Jibril berkata, “Amat
kecewa orang yang datang kepadanya bulan Ramadhan hingga berakhir bula itu
tetapi ia tidak memperoleh ampunan. Maka katakanlah amin!” Aku pun mengatakan
amin.” Kemudian Jibril melanjutkan, “Kecewalah orang yang dapat mengecap hidup
bersama kedua orangtuanya atau salah satunya, namun keduanya tidak
menyebabkannya masuk surga. Ucapkanlah amin bagi orang demikian, maka aku pun
mengucapkannya.” [Hadist yang diriwayatkan Anas r.a dari berbagai Jalur,
dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Isra ayat 23-24]
EmoticonEmoticon