TANDA-TANDA ORANG MUNAFIK





Di pembukaan surat Al Baqarah setelah menceritakan ciri-ciri orang-orang beriman dan ciri-ciri orang-orang kafir, Allah lalu menceritakan ciri-ciri orang-orang munafiq secara panjang lebar. Ringkasnya sebagai berikut:
(a) Di mulut mereka mengatakan beriman kepada Allah dan hari Kiamat, sementara hati mereka kafir (lihat QS. Al-Baqarah 2/8-10)

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian [10]," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit [11], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[10] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu makhluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.
[11] Yakni keyakinan mereka terhadap kebenaran Nabi Muhammad saw lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi saw, agama dan orang-orang Islam.
(b) Ketika dikatakan kepada mereka agar jangan berbuat kerusakan, mereka mengaku berbuat baik (lihat QS. Al-Baqarah 2/11-12).

Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [12]", mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
[12] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.

(c) Ketika bertemu dengan orang-orang beriman mereka menampakan keimanan, tetapi ketika kembali ke kawan-kawan mereka sesama syetan mereka kembali kafir. (d) Ibarat orang berbisnis mereka sedang membeli kekafiran dengan keimanan. Sebab setiap saat wajah mereka berganti-ganti, tergantung dengan siapa mereka pada saat itu sedang bersama-sama.

(e) Ibarat pejalan dalam kegelapan, setiap kali mereka menyalakan obor, seketika obor itu padam kembali.

(d) Ibarat orang-orang yang ketakutan mendengarkan petir saat hujan turun, mereka selalu menutup telinga karena takut kebenaran yang disampaikan Rasulullah saw masuk ke hati mereka.


EmoticonEmoticon